Student City

What do you think about this city if you hear it? Absolutely, you can guess that a lot of students study in here. Not only Indonesian students, but also foreign students come here to study. Most of foreign students like learning abot the cultures in here such as languages, dances, plays traditional music, etc. This city is Yogyakarta. When you see it for the first time, you must like it. It’s not really hot city and you can take some traditional vehicles such as pedicab and wagon. Besides that, there is Keraton Yogyakarta. You can see the history of Yogyakarta in here.

20130806_113942
Keraton Yogyakarta

Then you can go to Vredeburg. It’s Fort Museum. You can see the history of Indonesia in here. You can move from one place to another place to know about it.

20130806_100504
Museum of Vredeburg

Next, you can enter another museum that you can see the vehicles that the kings, the queens, the princes, and the princesses of Yogyakarta have been used.

20130806_123811
20130806_123441
Vehicles

So, have a nice trip at Yogyakarta🙂

Panduan Observasi

Alwasilah C (2003) dalam Satori, Komariah, dan Riduwan (2011) menyatakan bahwa observasi adalah penelitian atau pengamatan sistematis dan terencana yang diniati untuk perolehan data yang dikontrol validitas dan reliabilitasnya. Menurut Muljono (2012), observasi secara harfiah diartikan sebagai pengamatan. Sebagai metode ilmiah, observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematis atas gejala-gejala (fenomena) yang sedang diteliti. Dalam arti luas, tidak hanya mencakup pengamatan yang dilakukan secara langsung, tetapi mencakup pula pengamatan secara tidak langsung (misalnya angket). Dalam observasi diusahakan suatu pengamatan yang wajar, tanpa usaha untuk memengaruhi, memanipulasi, dan mengatur objek yang sedang diamati. Observasi dapat menjadi alat penelitian ilmiah jika (a) mengabdi pada tujuan-tujuan penelitian yang telah digariskan; (b) direncanakan secara sistematis (bukan dilakukan secara asal-asalan); (c) dicatat dan dihubungkan secara sistematis (tidak hanya dilakukan untuk memenuhi rasa ingin tahu belaka; dan (d) dapat dicek dan dikontrol keabsahan dan kecermatan pengamatannya.

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, proses yang penting adalah proses pengamatan dan ingatan. Dalam masing-masing proses ini terkandung sumber-sumber kesesatan yang perlu mendapat perhatian dengan seksama, yaitu:
a. Pengamatan. Dua indra yang sangat vital dalam pengamatan adalah mata dan telinga. Jika mata merupakan alat penangkap fakta-fakta, ada tiga persoalan penting yang wajib diketahui oleh penyelidik: (1) pengamat harus percaya bahwa alat penglihatannya adalah baik dan dapat menangkap fakta-fakta dengan benar, (2) walaupun pengamat percaya kepada penglihatannya, pengamat harus menyadari bahwa penglihatan orang mempunyai kelemahan-kelemahan dan sifat-sifat terbatas tersebut, dan (3) menyadari kelemahan dan terbatasnya alat penglihatan, penyelidik harus berusaha sekeras-kerasnya mengatasi kelemahan-kelemahan dan sifat-sifat terbatas itu.
b. Ingatan. Tidak semua orang memiliki ingatan yang setia dan luas. Cara-cara untuk mengatasi kelemahan kesetiaan dan keluasan ingatan adalah (1) mengadakan pencatatan biasa; (2) menggunakan alat-alat mekanis (mechanical devices) seperti tape recorder, kamera, dan sebagainya; (3) menggunakan lebih banyak observer; (4) memusatkan perhatian pada datum-datum yang relevan; (5) mengklasifikasi gejala dalam golongan-golongan yang tepat; dan (6) menambah bahan apersepsi tentang objek yang diamati. Continue reading